Program pembinaan di bapomi gayo lues berfokus pada melatih ketangkasan mahasiswa dalam mempraktikkan teknik Memanah Gaya tradisional khas daerah Gayo secara konsisten. Pembekalan olahraga bernilai budaya ini bertujuan untuk melestarikan warisan leluhur sekaligus membentuk fokus mental dan ketenangan fisik para mahasiswa. Olahraga pemanahan tradisional ini mewajibkan pemanah melepaskan anak panah dari posisi duduk bersila tanpa menggunakan alat bidik modern.
Teknik Memanah Gaya tradisional sangat mengandalkan kepekaan intuisi, rasa percaya diri, serta memori otot bahu saat menarik busur kayu tradisional. Pembimbing mengarahkan atlet untuk mengatur pola pernapasan dengan tenang sebelum melepaskan anak panah menuju sasaran papan target berbentuk lingkaran. Kestabilan posisi tubuh saat duduk bersila menjadi fondasi utama agar lepasan anak panah meluncur lurus mendobrak hambatan angin.
Peralatan yang digunakan seperti busur atau jemparingan dan anak panah terbuat dari bahan alami kayu dan bambu berkualitas tinggi karya pengrajin lokal. Karakteristis alat panah tradisional yang tidak memiliki sistem peredam getaran menuntut teknik pelepasan tali busur yang sangat halus dan presisi. Mahasiswa diajarkan untuk menyatu secara batin dengan alat panahnya agar setiap lemparan memiliki daya tembus dan akurasi yang optimal.
Latihan ketangkasan dilakukan secara rutin di lapangan terbuka dengan memvariasikan jarak tembak mulai dari lima belas hingga tiga puluh meter. Evaluasi hasil bidikan dicatat secara teliti untuk mengukur peningkatan fokus dan konsistensi titik tancap anak panah pada papan sasaran. Persaingan sehat antar-mahasiswa memicu semangat latihan yang intensif dalam suasana kekeluargaan yang kental khas kebudayaan lokal.
Dukungan penuh dari pengurus BAPOMI Gayo Lues diwujudkan melalui pengadaan fasilitas lapangan panahan tradisional yang memadai di sekitar area kampus. Penggabungan unsur kebudayaan dan olahraga ini mendapatkan apresiasi tinggi dari berbagai kalangan mahasiswa dan tokoh adat masyarakat Gayo. Pembinaan terstruktur ini diproyeksikan mampu mencetak pemanah-pemanah handal yang siap mengukir prestasi pada kejuaraan panahan tradisional antar-perguruan tinggi.
Kehadiran olahraga ini memperkaya variasi olahraga mahasiswa sekaligus memperkuat rasa cinta generasi muda terhadap warisan seni budaya daerahnya sendiri. Ketangkasan memanah melatih kedisiplinan, penguasaan emosi, dan ketajaman fokus yang sangat bermanfaat bagi kehidupan akademik mahasiswa. Atlet panahan tradisional Gayo siap melangkah membawa harum nama daerah di panggung kompetisi tingkat nasional.
