Kabupaten Gayo Lues yang dikenal dengan julukan “Negeri Seribu Bukit” memiliki potensi alam yang luar biasa menakjubkan. Menyadari kekayaan geografis tersebut, BAPOMI Gayo Lues menginisiasi sebuah gerakan yang memadukan antara ketahanan fisik dan promosi daerah. Melalui sebuah misi khusus, para atlet mahasiswa diajak untuk melakukan kegiatan trail running melintasi jalur-jalur perbukitan yang menantang. Namun, ini bukan sekadar lari lintas alam biasa, melainkan sebuah upaya strategis untuk memetakan kembali rute-rute yang berpotensi menjadi daya tarik pelancong di masa depan.
Kegiatan ini dirancang untuk menjawab tantangan kurangnya informasi detail mengenai jalur pendakian dan lari di wilayah tersebut. Para atlet yang terlibat dibekali dengan perangkat navigasi dan pencatatan data untuk melakukan inventarisasi sepanjang perjalanan. Mereka berhenti di titik-titik tertentu untuk melakukan pengamatan terhadap kondisi medan, ketersediaan sumber air, hingga titik pandang (viewpoint) yang paling estetis. Dengan demikian, BAPOMI Gayo Lues tidak hanya membina fisik para mahasiswanya, tetapi juga menjadikan mereka sebagai agen pembangunan daerah yang produktif.
Selama proses berlangsung, interaksi antara olahraga dan alam menciptakan sinergi yang unik. Para pelari harus menghadapi tanjakan terjal dan turunan teknis yang menguji stamina serta mentalitas mereka. Di sisi lain, mereka juga disuguhi pemandangan hutan tropis yang masih asri dan udara pegunungan yang segar. Data yang dikumpulkan oleh para atlet ini nantinya akan diserahkan kepada dinas terkait sebagai bahan pertimbangan untuk pengembangan jalur wisata berbasis olahraga (sport tourism). Inovasi ini membuktikan bahwa organisasi mahasiswa mampu mengambil peran penting dalam sektor ekonomi kreatif.
BAPOMI percaya bahwa olahraga Trail Running di alam terbuka adalah cara terbaik untuk memperkenalkan keindahan tersembunyi Aceh kepada dunia luar. Dengan dokumentasi yang dihasilkan selama kegiatan, potensi wisata lari lintas alam di daerah ini bisa dipromosikan secara lebih luas melalui media sosial dan komunitas lari nasional. Mahasiswa yang terlibat merasa bangga karena kontribusi mereka memiliki dampak jangka panjang bagi komunitas lokal. Mereka tidak hanya mengejar catatan waktu tercepat, tetapi juga memastikan bahwa setiap langkah mereka memberikan nilai tambah bagi kelestarian lingkungan dan kemajuan desa-desa yang mereka lalui.
